Skip to content

Obsesi Dokter: Jantungku Berdebar Kencang untuk Tubuh Kekarnya

VLXXI
38.3k8m10s11h ago
Kategori
Jas putihnya yang rapi nyaris tak mampu menampung tubuhnya lagi. Dia bukan sekadar dokternya; dia adalah alasan napasku tercekat setiap kali tatapannya bertemu denganku melintasi meja periksa. Malam ini? Ruang konsultasi ditutup untuk pemeriksaan pribadi—dan jauh lebih dari itu. Dia menarik kain seragam bedah yang pas di badannya hingga memperlihatkan fisik yang ditempa oleh jam kerja panjang di ruang operasi. Ketika jari-jarinya yang dingin menelusuri garis-garis di paha bagian dalamku saat seharusnya hanya pemeriksaan rutin, erangan rendah lolos dariku. Dia mendekat sangat dekat hingga aku bisa mencium aroma antiseptik bercampur parfum mahal ketika bibirnya menyentuh telingaku. “Tanda vitalmu melonjak,” gumamnya, suaranya berat dan berwibawa. “Kita perlu tindak lanjut segera.” Sebelum sempat memprotes, tangannya meluncur lebih rendah, menggenggam pinggulku dengan kuat saat mendorongku ke belakang melawan konter logam yang dingin. Ini bukan soal tekanan darah; ini soal ketertarikan murni yang tak terbantahkan. Saksikan dia mengambil kendali saat akhirnya ia menerobos masuk ke dalam diriku, menuntut segalanya dari pasien setia ini.

Video terkait